Bagaimana Mendeteksi Adanya Kista???

Posted on Juni 28, 2007. Filed under: Kehamilan |

Berbeda dengan kista yang ada di organ tubuh lainnya, kista di ovarium atau indung telur bias hilang dengan sendirinya. “Kista sebenarnya juga salah satu jenis tumor. Penyebab pastinya sendiri masih belum diketahui, walaupun ada dugaan seringnya mamakai obat kesuburan. Umumnya lebih sering terjadi pada wanita yang belum pernah hamil,” demikian penjelasan dr. M. Soemadadi, Sp.O.G. dari Rumah Sakit Bersalin Asih, Jakarta. Berikut penjelasannya tentang kista dan Ovarium.

Hasil Ovulasi
Kista yang bentuknya seperti kantung-kantung berisi caritan ini sebenarnya merupakan hasil ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) yang normal terjadi setiap bulan saat seorang wanita mengalami menstruasi. Kista itu biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Namun, kadangkala, kista tersebut bias saja justru terus berkembang dan semakin membesar. Bahkan, muncul kista-kista lalin yang tidak ada kaitannya dengan proses ovulasi. Nah, kista seperti inilah yang perlu diwaspadai sehingga dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui apakah berbahaya atau tidak, serta menentukan penanganan yang harus dilakukan. Kista yang normal (fisiologis) dengan tidak (patologis) bias dilihat dari diameternya melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). “Kista yang fisiologis berdiameter kurang dari lima sentimeter dan bukan cairan biasa, misalnya yang terjadi pada kista endometriosis,” kata Soemanadi. Kista yang fisiologis umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu tiga bulan. Namun tamabah Soemanadi, biasanya tetap diamati apakah kista tersebut mengalami pembeesaran atau tidak.

Sering tanpa Gejala
Pada yang patologis, pembesaran bias terjadi relatif cepat, yang kadang tidak disadari si penderita. Karena, kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. Itu sebabnya diagnosa awalnya agak sulit dilakukan. Gejala-gejala seperti perut yang agak membuncit serta bagian bawah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan saat ukurannya sudah cukup besar. Jika sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan melalui proses laparoskopi, sehingga tidak perlu dilakukan pengirisan di bagian perut penderita. Setelah diangkat, pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah kista itu akan muncul kembali atau tidak.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: